Presiden Jokowi Ralat Ucapannya Soal Kebakaran Hutan di Debat Capres

by -356 views
Calon Presiden nomor urut 01, Jokowi, menjawab pertanyaan saat debat kedua Calon Presiden 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad, 17 Februari 2019. Debat sesi kedua mengangkat tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan Insfrastruktur. TEMPO/M Taufan Rengganis

JAKARTA, SULAWESIPOS.COM – Presiden Joko Widodo atau Jokowi meralat ucapannya yang mengklaim tidak ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam kurun tiga tahun terakhir saat debat kedua calon presiden, malam tadi. Ia menjelaskan maksud pernyataannya adalah kebakaran hutan menurun drastis.

“Saya sampaikan kami bisa mengatasi kebakaran dalam tiga tahun ini, artinya apa? Bukan tidak ada lagi kebakaran, tapi turun drastis, turun 85 persen lebih,” katanya di Pandeglang, Banten, Senin, 18 Pebruari 2019 sebagaimana dilansir dari laman tempo.co

Menurutnya, dalam kurun waktu tersebut dampak dari kebakaran hutan dan lahan tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. Ia pun mencontohkan kejadian kebakaran ini tidak menganggu jadwal penerbangan serta tidak adanya komplain negara-negara tetangga akibat asap.

“Keluhan dari negara tetangga dalam tiga tahun ini, dari Singapura, Malaysia dapat dikatakan gak ada komplain sama sekali,” tuturnya.

Ia pun meminta agar pernyataannya semalam tidak ditanggapi berlebihan. “Janganlah dilebih-lebihkan seperti itu,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Dalam debat calon presiden putaran kedua malam tadi, Jokowi memang sempat mengklaim jika selama masa kepemimpinannya tidak terjadi kebakaran hutan di Indonesia. “Dalam tiga tahun ini tidak terjadi kebakaran lahan, hutan, kebakaran lahan gambut, dan itu adalah kerja keras kita semua,” jelas Joko Widodo di Hotel Sultan, kemarin.

Namun merujuk laporan capaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada empat tahun pemerintahan Jokowi, seperti dikutip dari situs resmi KLHK, untuk periode Januari sampai dengan Agustus 2018 saja sekitar 194.757 hektare hutan di Indonesia terbakar. Angka tersebut justru naik jika dibandingkan dengan luas lahan yang terbakar ditahun sebelumnya, yakni 165.528 hektare.

Meski demikian, luas kebakaran hutan dan lahan cenderung menurun. Pada tahun 2016 Pada 2016 lahan yang terbakar seluas 438.363 hektare dan pada 2015 mencapai 2.611.411 hektare.

Belakangan, dalam debat kemarin, Jokowi juga merevisi ucapannya. Ia tak lagi mengatakan tidak terjadi kebakaran melainkan mampu mengatasinya. “Kenapa dalam tiga tahun ini kami bisa mengatasi kebakaran hutan, kebakaran gambut, salah satunya adalah penegakkan hukum yang tegas,” ujarnya

Artikel ini sudah tayang di tempo.co dengan judul: Jokowi Jokowi Ralat Ucapannya Soal Kebakaran Hutan di Debat Capres

Editor: Zainal Marzain