NCID : Isu Berbau Agama Berpotensi Timbulkan Konflik Horizontal

by -1,718 views
sumber foto: voxntt.com

JAKARTA, SULAWESIPOS.COM – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, menunggangi isu agama untuk kepentingan pilpres 2019 sepertinya sudah tidak dapat dihindari, terbaru dengan adanya isu penolakan terhadap Prabowo dari seorang takmir masjid di Semarang juga statement dari wapres dari Jokowi, Maaruf Amin yang tidak segan-segan mengaitkan surga dengan Nahdatul Ulama (NU) adalah merupakan sederet bukti jika isu agama semakin kencang dalam kampanye pilpres 2019 kali ini.

“Ini sangat berbahaya jika terus terjadi membawa unsur agama kedalam politik praktis, kondisi seperti ini seharusnya diredam oleh para capres dan cawapresnya masing-masing kubu, kita semua tahu jika Pak Maaruf Amin merupakan tokoh NU tapi kondisinya saat ini beliau merupakan cawapres yang ikut dalam kontestasi politik, jadi bagaimana pun tindakannya yang terus berbicara tentang NU untuk kepentingan kampanyenya tidak dapat dibenarkan karena secara tidak langsung telah membenturkan dengan organisasi Islam lainnya”, tutur Jajat.

Jajat menilai, kondisi politik saat ini malah semakin menjauhkan kepada isu yang lebih besar mengenai pendalaman visi-misi para capres-cawapres 2019, padahal hal ini sangat penting mengingat tantangan kedepan semakin besar, jika kita selalu disibukan dengan pertentangan berbau agama seperti ini malah akan menimbulkan konflik horizontal bahkan tindakan ini semakin menurunkan kualitas demokrasi kita.

“Adalah hal yang wajar dalam masa kampanye seperti sekarang ini semua kandidat mengharapkan dukungan dari para tokoh termasuk para pemuka agama, namun sebisa mungkin isu yang berkaitan tentang agama ini harus dihindari, karena salah satu kegagalan pemerintahan Jokowi-JK selama 4 tahun ini adalah menyatukan kelompok yang sebelumnya berbeda pilihan politik, jika diperparah dengan kondisi saat ini persatuan diantara masyarakat dapat terancam dan ini sangat berbahaya” tutup Jajat.

Reporter: Firman Ultima
Editor: Zainal Marzain