Jangan Sering Menzalimi Orang

by -1,254 views

Renungan Jumat **
Oleh: Munir Sara

SULAWESIPOS.COM, OPINI – Hidup ini cumalah sebuah mekanisme gerak menuju pencarian keseimbangan. Semua sudah ada polanya (Sunnatullah), perbuatan kita dalam hidup dan kehidupan, hanya mengikuti mekanisme yang sudah ada. Jadi kalau menzalimi orang pasti nanti kena batunya. Jika anda berbuat baik pada orang, nanti ada balasannya. Ini sudah hukum alam.

Ibarat kata esais kenamaan, Millan Kundera, hidup ini seperti jam dinding. Jarum waktu, hanya bergerak menuju angka sebagai tanda. Jarum waktu hanyalah tanda yang bergerak mengikuti hukum-hukum absolute waktu yang sudah ada. Selalu ada realitas absolute di balik sesuatu yang empirik.

Karena keseimbangan adalah hukum absolut, maka setiap perbuatan, entah baik, entah buruk, akan selalu bergerak mencari bentuk keseimbangannya. Karena disitulah Kemahaadilan Tuhan; bekerja dalam hukum-hukum-Nya yang kodrati. Mekanisme alam bekerja mencari dan mengikuti polanya—yakni keadilan menurut kadar Allah.

Jika hari ini engkau zalimi orang yang menyebabkan orang tersebut tertekan secara mental/batin, maka diwaktu yang lain; kamu akan merasakan pahitnya dizalimi dan tertekan secara batin. Kodrat-Nya sudah begitu.

Dalam Al qur’an Allah sudah mengintrodusir secara tegas dalam surat Al Zalzalah. “Barangsiapa mengerjakan kebaikan sekecil zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sekecil zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya” (QS. Al Zalzalah: 7-8).

Dalam QS Lukman : 16 pun Allah menerangkan melalui kisah Lukman Al Hakim. “(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui” (QS. Luqman: 16).

Ayat ini menerangkan secara scriptural tentang perbuatan dan balasannya. Sementara, keniscayaan demikian; telah ada secara kasat mata dalam kehidupan kita. Ditunjukkan Allah melalui mekanisme alam. Secara non teks, Allah pasti memperlihatkan beberapa kejadian konkret akibat dari kezaliman-kezaliman yang kita lakukan pada orang lain.

Tidak ada segala sesuatu yang berdiri sendiri dalam hidup ini. Semua sudah ada hukumnya, semua sudah ada polanya. Semua akan ada balasannya. Jika kamu berbuatan baik, maka akan ada balasan kebaikan, dan jika kamu berbuat buruk/zalim terhadap sesama, maka akan ada balasan, dan itu pasti! Karena tak ada hal yang dwimakna (ambigue) dalam ketentuan Allah. Shadaqallahul ‘Adzhim wa shadaqa rasul al karim

Editor: Zainal Marzain