Gerakan #UninstalJokowi Top 1 Dunia

by -1,285 views
Dok. Foto Facebook Munir Sara

Oleh: Munir Sara

SULAWESIPOS.COM, OPINI – Aneh bin ajaib, setelah CEO Bukalapak cuit soal anggaran Research and Development (R&D) Indonesia yang minim. Tertinggal jauh dari Negara lain. Negara Malaysia yang kecil saja, punya anggaran R&D US$ 10 miliar. Indonesia besar begini, anggaran R&D cuma US$ 2 miliar.

Dalam akhir cuitannya, CEO muda ini twit, moga-moga presiden baru, anggaran R&D meningkat. Sontak, netizen, walkhusus Cebongers kepanasan hingga keluar dari sarang. Mencuatlah tagar #UninstalBukaLapak.

Apa urusannya coba? Kenapa juga cengengesan dan brutal begitu? Aneh bin ajaib. Libido kekuasaan mereka lebih kencang ketimbang substansi omongan soal pentingnya R&D.

Wajar dong, dia bilang begitu. Kalau mau lebih inovatif ya mesti getol dari sisi R&D. Dalam R&D itulah melahirkan hal-hal baru. Kalau semakin inovatif, maka produk industry kreatif kita semakin besar nilai tambah ekonominya.

Baca dong daya saing produk Indonesia di Global Competitiveness Index. Disitu daya saing produk kita kalah jauh dengan negara sekelas. Kenapa begitu? Karena memang kurang inovatif sehingga nilai ekonomi juga tidak kompetitif di pasar internasional. Makanya penting itu R&D. Khususnya dari sisi anggaran.

Setelah serangan tagar #UninstalBukaLapak, perang tagarpun dimulai. Mencuatlah gerakan #UninstalJokowi. Sejak jumat pagi (15/2) membanjir tagar #uninstalljokowi dengan 10,5 ribu tweet bahkan masuk dalam lima besar trending topik di twitter.

Sekarang mau bagimana coba? Nasi sudah menjadi bubur. #UninstalJokowi semakin menggelinding. Semua gara-gara, libidiko kekuasaan menggila. Siapa yang menabur angin, akan menuai badai #UninstalJokowi

Editor: Zainal Marzain