Warga Saudi Rayakan Hari Valentine, Ulama Sebut Tak Haram

by -180 views

MAKASSAR, SULAWESIPOS.COM – Kini warga Arab Saudi sudah tidak takut lagi di tangkap polisi syari’ah saat akan merayakan hari valentine, hal tersebut terungkap setelah muncul fatwa ulama saudi yang mengizinkan perayaan tersebut melalui media sosial Twitter.

Seorang ulama Arab Saudi menyatakan perayaan Hari Valentine sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran maupun syari’at Islam. Pernyataan tersebut dianggap berlawanan dengan posisi garis keras yang selama ini diterapkan polisi syari’ah Arab Saudi.

Sheik Ahmad Al-Ghamdi, yang juga mantan polisi syari’ah Mekkah dilansir dari Arab News menyatakan, ummat muslim dapat merayakan hari kasih sayang pada 14 Pebruari.

Menurutnya, merayakan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

“Hari Valentine sama dengan memperingati Hari Nasional atau Hari Ibu,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Arab News juga dilansir cnnindonesia.com.

Sebelumnya, pada tanggal 13 Pebruari, Dar Al-Ifta Al-Misriya atau Dewan Dekrit Keagamaan Mesir Ahmed Mamdouh mengeluarkan fatwa yang mengizinkan perayaan dan bertukar hadiah di Hari Valentine. “Tidak ada salahnya menetapkan satu hari untuk menunjukkan rasa cinta satu sama lain,”.

Ditempat lain, Mufti Agung Tunisia Othman juga membantah klaim bahwa Hari Valentine semata-mata tradisi Kristiani.

“Apapun yang membuat orang makin dekat merupakan hal yang baik,” katanya sembari menambahkan bahwa umat muslim bisa merayakan Hari Valentine tanpa meninggalkan ajaran Islam.

Kembali ke Saudi, Anggota Pusat Riset Islam Mohammed Al-Shahat Al-Jundi mengatakan bahwa, perayaan tersebut membantu “menjaga hubungan kekeluargaan dan kekerabatan”.

Sementara itu, Pangeran Mohammed Bin Salman (MBS) Putra Mahkota Kerajaan Saudi Arabia, ingin mendorong Arab Saudi lebih moderat dalam rangka memodernisasi Kerjaan. Dia pun melonggarkan sejumlah aturan dan batasan-batasan sosial yang selama ini diterapkan Kerjaan Saudi.

Selain mengurangi peran polisi syari’ah, sejumlah perubahan lain seperti halnya mengizinkan perempuan untuk mengemudi, menonton sepakbola di stadion, menonton film, konser publik menjadi rangkaian reformasi yang dilakukan MBS selama ini.

Kerajaan Saudi sebelumnya dikenal sebagai Negara yang mengharamkan Perayaan Hari Valentine, setiap perayaan Valentine selalu diwarnai dengan razia polisi syari’ah terhadap penjualan barang-barang yang berkaitan dengan perayaan hari kasih sayang tersebut. Namun sejak tahun lalu aturan tersebut dicabut.

Seperti dilansir dari situs berita Arab News, Rabu (13/2), toko-toko bunga dan toko-toko hadiah membuka pintu lebar-lebar tanpa gangguan atau razia dari polisi syari’ah.

Toko-toko menjual mawar merah dan buket bunga tanpa masalah, “Saya tidak mengira akan seperti ini,” kata seorang penjual bunga sambil tertawa lepas. “Ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, orang-orang dengan nyaman berbelanja (bunga mawar merah).”

Sumber: cnnindonesiai.com
Editor: Zainal Marzain