Wacana Kenaikan Gaji PLD, Begini Tanggapan Mantan Staf Khusus Kemendes

by -1,260 views
sumber foto: desapedia.com

JAKARTA, SULAWESIPOS.COM – Wacana kenaikan gaji Pendamping Lokal Desa (PLD) tahun 2019 ini disampaikan langsung oleh Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan PDTT Eko Putro Sanjoyo, dalam Sosialisasi Permendesa Nomor 16 tahun 2018, di Hotel Horison Lampung, Minggu (3/2).

Menurutnya, rencana kenaikan gaji PLD tersebut merupakan permintaan langsung Presiden Joko Widodo

“Rencananya sekitar bulan Februari atau Maret,” katanya, pada Minggu (3/2).

Menyikapi rencana kenaikan gaji para PLD tersebut, Andi Muawiyah Ramly yang juga mantan staf khusus Kementerian Desa menanggapi rencana pemerintah tersebut merupakan respon positif dari pemerintah yang mestinya dilakukan dari tahun sebelumnya.

“Rencana kenaikan gaji PLD ini merupakan respon positif pemerintah terhadap sukses story para kader pembangunan yang saat ini kita kenal dengan PLD. Tentu saja gagasan menaikkan gaji itu akan menjadi motivasi baru bagi PLD yang selama ini berkutat dengan dinamika pendampingannya. Saya melihat, kenaikan yang tidak seberapa itu sebetulnya mestinya dilakukan tahun sebelumnya”, ujar pria yang lebih akrab disapa amure ini saat dikonfirmasi, pada Rabu (13/2).

Andi Muawiyah menambahkan, bahwa, dalam program pendampingan P3MD, PLD adalah ujung tombak pendampingan dan pengawalan dana desa, yang menuntut adanya kreatifitas dalam implementasi tupoksi dilapangan.

“Peran PLD tentu saja berangkat dari tupoksi saat mereka menandatangani kontrak kerja. fatsun kerja itu kemudian mereka terjemahkan di lapangan, dengan tidak menutup lahirnya gagasan baru sesuai lokalitas kerjanya dan destinasi dana desa yang digelontorkan pemerintahan Jokowi-JK, yang niscaya berlanjut di tahun mendatang menuntut para PLD untuk kerja, bukan sekadar as you usual but do it (bukan duit) to going sectors pembangunan desa. Peran itu menjadi tidak sekadar tekonical assistance, tapi sebagai advokator bila terdapat hambatan yang dihadapi pemerintah desa”, paparnya.

Menurut Andi Muawiyah, prestasi dana desa yang mulai gelontorkan sejak 2015 telah menorehkan segudang prestasi didesa, dalam 4 (empat) tahun terakhir capaian Dana Desa telah mampu menunjukkan hasil terbaiknya dengan telah terbangunnya sarana dan prasarana penunjang aktifitas ekonomi masyarakat.

“Seperti terbangunnya 1.140.378 meter jembatan, jalan desa 191.600 kilo meter, pasar desa sebanyak 8.983 unit, kegiatan BUMDes sebanyak 37.830 unit, embung desa sebanyak 4.175 unit, sarana irigasi sebanyak 58.931 unit serta sarana-prasarana penunjang lainnya,” terangnya.

Andi Muawwiyah berharap desa kedepan salah satunya adalah menjadikan kemajuan desa seirama dengan kota induknya. Desa kembali menjadi hunian produktif karena terbangunnya infrastruktur yang memadai. Desa, bukan lagi medan eksploitasi kota dan menjadi feriferial yang tidak tersentuh oleh demagogi pembangunan para politisi di Pusat kekuasaan.

Reporter : Pahrian
Editor: Zainal Marzain