Diduga Mengusir Dan Halangi Tugas Wartawan, Aktivis Bone Kecam Sikap Oknum BNN

by -426 views

BONE, SULAWESIPOS.COM – Sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone, Pahrian mengecam tindakan oknum Badan Narkotika Nasional (BNN) Bone, yang diduga melakukan pengusiran dan terkesan menghalangi tugas peliputan wartawan.

Pahrian mengatakan bahwa dugaan pengusiran dan upaya menghalang-halangi tugas wartwan dalam mencari informasi telah melanggar undang-undang keterbukaan informasi publik.

“Seharusnya oknum BNN Bone saat hendak dikonfirmasi teman-teman pers wajib memberikan keterangan karena sebagai sumber berita harus menerima, klarifikasi itu. Karena itu bagian dari kaidah dan kode etik jurnalistik,” ujarnya saat dikonfirmasi via WhatsApp

Pahrian juga menambahkan, bahwa, sebagai aktivis muda Bone mengecam dugaan pengusiran dan menghalangi awak media dalam melakukan tugasnya.

“Kalau informasinya benar adanya kenapa harus ada kesan ditutup-tutupi. Dan sekiranya informasi yang beredar salah, mudah saja dikatakan bahwa info yang didapatkan wartawan salah,”

Sebagai aktivis saya mengecam perlakuan oknum BNN Bone terhadap para awak media di Bone, perlakuan seperti itu tidak dapat dibenarkan.

“Mengecam dan mengutuk perlakuan oknum BNN Bone, di era Reformasi serta keterbukaan informasi publik hari ini perlakuan seperti itu tidak dapat dibenarkan,” tegasnya

Sebelumnya, para awak media mendatangi Kantor BNN Kabupaten Bone hendak mengkonfirmasi terkait adanya dugaan penangkapan dua bandar narkoba di Kota Watampone.

Namun, kedatangan para awak media di Kantor BNN Bone tersebut disambut dengan perlakuan tidak pantas, salah seorang oknum staf BNN Bone menyuruh keluar para awak media.

Supriadi Ibrahim, salah seorang wartawan yang mendapat perlakuan demikian saat dikonfirmasi menyatakan kekecewaannya terhadap perlakuan oknum staf BNN Bone tersebut.

“Kami datang hendak mengkonfirmasi kebenaran berita yang beredar. Namun malah staf BNN Bone malah menutup semua kaca jendela dan menutup pintu kantornya. Wajar kita bertanya apa benar berita yang beredar,” ujar pria yang akrab disapa Adi ini.

Reporter: Zaid Alkatiri
Editor: Zainal Marzain