Bahaya Masturbasi/Onani, Ini Alasanya

by -1,606 views
sumber foto: amiamedia.blogspot.com

SULAWESIPOS.COM, RAGAM – Aktivitas seksual adalah tindakan fisik atau mental yang menstimulasi, merangsang, dan memuaskan secara jasmaniah. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk ekspresi perasaan dan daya tarik seseorang kepada orang lain.

Akan tetapi, dianggap menyimpang apabila tindakan ini dilakukan di luar pernikahan, karena tindakan ini dapat menimbulkan efek negatif yang dapat merugikan si pelaku. Efek negatifnya dapat dilihat dari aspek moral agamanya.

Salah satu jenis aktivitas seksual pada remaja yaitu masturbasi,  merupakan stimulasi organ genital (seks), biasanya dengan tangan, tanpa melakukan hubungan intim. Bagi laki-laki masturbasi sering disebut juga dengan onani, dan dilakukan dengan cara mengusap-usap batang penis atau menggosok-gosoknya. Bagi perempuan hal ini dilakukan dengan menggesek-gesek bagian kemaluan, terutama klitoris dan vagina.

Masturbasi tergolong kegiatan

memuaskan diri sendiri. Beberapa alasan dan penyebab kaum remaja melakukan masturbasi yaitu akibat putus cinta, patah hati, tidak berani melakukan senggama dengan pasangannya, fantasi dengan tokoh yang diidamkannya, kondisi keluarga yang berantakan, sekedar iseng, pengaruh teman, cari pengalaman dan dorongan yang memuncak akibat rangsangan dari pornografi sebagaimana yang diuraikan Anji Fathunaj, Pengasuh PA/PP Daarus Selamat Turi, Sleman, D.I. Yogyakarta dalam Jurnalnya : Reorientasi Pendidikan Seks Terhadap Anak Usia Remaja Di sekolah.

Adapun dampak negative segi kesehatan dari masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering melakukan masturbasi berdampak pada gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok. Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT, berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.

Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda, hubungi dokter terkait untuk pemeriksaan medis.

Dampak negative dari segi moral yaitu dapat menimbulkan rasa bersalah. Rasa bersalah muncul dari kepercayaan bahwa khalayak akan mencela perbuatan ini karena dianggap masturbasi sangat erat berkaitan dengan stigma social yang sangat tidak mendidik dan berpengaruh buruk terhadap citara pribadi.

Oleh karenya, untuk membebaskan diri pada aktivitas masturbasi maka menyibukkan diri pada aktivitas sosial maupun keagamaan  adalah solusi yang mampu mengurangi kecenderungan masturbasi dan diharapkan bermamfaat terhadap perilaku yang menyimpang dalam kehidupan sehari-hari yang disebabkan masturbasi.

Penulis: Pahrian
Editor: Zainal Marzain