FIREHOSE OF FALSEHOOD

by -2,646 views
sumber foto: guneman.co

Meaning?

Firehose adalah pipa berdiameter besar yang mengantarkan semburan air bertekanan tinggi dipakai untuk memadamkan api. Falsehood adalah kepalsuan. Firehose of falsehood artinya semburan bertekanan tinggi yang mengantarkan propaganda kepalsuan.

What?

Adalah strategi dimana sang pembuat propaganda membanjiri publik dengan memproduksi serangkaian misinformasi (informasi salah) dan kepalsuan tiada henti. Yang terpenting bukan kebenaran informasi tetapi bagaimana berita itu diproduksi secara massal dan membakar emosi massa dengan berbagai cara, sesering mungkin dan sebanyak mungkin. Sehingga informasi yang tidak benar pun pada akhirnya diterima oleh publik sebagai suatu kebenaran.

How?

Kepalsuan yang diulang terus menerus dan dilakukan secara meluas akan cukup efektif membentuk opini publik sebagaimana diinginkan oleh sang pembuat propaganda walaupun publik mestinya tau bahwa informasi tersebut palsu dan oleh karenanya salah.

Why?

Sang pembuat propoganda menginginkan strategi ini untuk kepentingan politis menggiring publik untuk memilih dan memenangkan calon yang didukungnya.

Where?

Dipakai oleh Presiden Russia Vladimir Putin untuk membenarkan aneksasi Semenanjung Crimea tahun 2014 dan Presiden Amerika Donald Trump pada pemilu 2016.

When?
Masa kampanye.

Strategy?

Proganda diproduksi (1) dalam jumlah banyak melalui berbagai saluran, (2) sesering mungkin, terus menerus tanpa henti dan diulang-ulang, (3) tidak realistis apalagi objektif, dan (4) tidak konsisten.

Persuading public?
Publik biasanya mempercayai suata fakta, cerita atau argumen, karena: (1) high volume: diproduksi secara besar-besaran, (2) multi channel: disampaikan melalui berbagai saluran yang tersedia, (3) rapid: publik cepat percaya karena informasi tersebut baru pertama kali didapatkannya, (4) confirmation bias: sesuai dengan keyakinan yang telah dimiliki sebelumnya, (5) evidence: didukung oleh bukti sekalipun bukti tersebut manipulatif karena publik tidak akan pernah mengeceknya, (6) expert: karena disampaikan oleh ahli atau seseorang yang secara sepihak diklaim sebagai ahli, (7) demographic: disampaikan oleh seseorang yang seolah-olah adalah audiens yang menjadi target padahal sebenarnya mereka ini adalah “orang jadi-jadian” saja, dan (8) format: disampaikan dalam bentuk “seakan-akan” berita di web, talk show tv, youtube dan media sosial.

Kesimpulan
Quantity matters more than quality, and repetition more than truth. Bagi publik, kuantitas informasi ternyata lebih mengena ketimbang kualitas, dan informasi yang diulang-ulang ternyata lebih dihargai daripada kebenaran. Publik akan menghakimi bahwa suatu informasi itu benar, seringkali berdasar pada apa yang mereka dengar daripada didasarkan pada verifikasi darimana informasi itu diperoleh. Dalam ilmu hadits, matan (isi hadits) yang didengar itu dianggap benar bukan karena isinya tetapi ditentukan oleh siapa yang meriwayatkannya (menyampaikannya).

R. Zain, Dosen Sosiologi Pendidikan UIN Sunan Kalijaga, WhatsApp: 0856-258-3961, dari berbagai sumber.

Boleh diviralkan untuk kemuliaan informasi yang benar.