PERINGATI DIES NATALIS KE 72, KADER DAN ALUMNI HMI YOGYA NAPAK TILAS MENGENANG LAFRAN PANE

by -1,456 views

YOGYAKARTA, SULAWESIPOS.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi mahasiswa tertua dan terbesar di Indonesia, pada 5 Februari 2019 Genap Berusia 72 Tahun.

Kader dan Alumni HMI di Yogykarta yang terhimpun dalam KAHMI Forever Jalan Sehat (KFJS) menggelar peringatan hari lahir HMI dengan menggelar acara napak tilas mengenang jasa dan perjuangan Prof Drs H Lafran Pane, Salah satu Pendiri HMI yang sekaligus Pahlawan Nasioal, pada hari Selasa, 5 Agustus 2019.

Ketua Panitia Kegiatan, Syarifuddin El Azizi mengatakan, acara napaktilas adalah sebagai bentuk peringatan dan refleksi perjalanan panjang HMI yang telah banyak memberikan sumbagsih kepada bangsa dan negara,

“Selain mempetingati 72 tahun HMI, acara ini kami dedikasikan untuk mengenang Ayahanda Lafran Pane, Pahlawan Nasional dari Yogyakarta yang sekaligus salah satu pemrakarsa berdirinya HMI,” katanya.

Menurut Azis, keteladanan Lafran Pane perlu diwarisi bangsa Indonesia, khusunya generasi muda,

“Saya kira warga masyarakat Yogyakarta sendiri belum terlalu mengenal sosok kepahlawanan beliau. Karena memang beliau belum lama ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Harapannya dengan napaktilas ini, masyarakat akan lebih mengenal sosok beliau dan meneladani perjuangannya dalam membangun HMI dengan semangat keislaman keindonesiaan, yang mencetak generasi intelektual yang mampu memberikan kontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ujarnya.

“Tak terhitung alumni HMI yang pernah menduduki jabatan penting dari Wapres, DPR, Akademisi hingga Bupati, sejak orde baru sampai sekarang, belum lagi para profesional dan ilmuwan di kampus kampus di seluruh Indonesia,” kata mantan Ketua HMI Cabang Yogyakarta ini.

Aziz menjelaskan Napak tilas yang akan diikuti sekitar 100 undangan kader dan alumni HMI.

Kegiatan akan dimulai Pukul 06.00 WIB. Napak tilas akan diawali dengan jalan sehat keliling alun-alun selatan kemudian menuju plengkung Gading. Selanjutnya dilanjutkan tadarus quran di masjid Margo Yuwono.

Lokasi tersebut dahulunya sering dilewati Lafran Pane Muda.

“Kegiatan akan diakhiri dengan ziarah makam ayahanda Lafran Pane di Pemakaman Karangkajen, belakang masjid Jami yang sekompleks dengan makam pahlawan nasional KH Ahmad dahlan” imbuhnya. (*)

Reporter: Syarifuddin
Editor: Zainal Marzain