BEKERJA PROFESIONAL

by -1,289 views
Dok. Foto Facebook Munir Sara

Oleh: Munir Sara

SULAWESIPOS.COM, OPINI – Kata kuncinya, setiap orang yang bekerja, dia harus punya mind of working. Cara berpikir tentang pekerjaannya. Itu harus jadi mindset. Jangan asal kerja ! Karena orang bekerja ya.. kita pun bekerja. Tapi tak punya keasikan dalam bekerja. Tidak menikmati pekerjaan, karena tak mampu meng-organize pikiran sejak sebelum melakukan pekerjaan

Dimana-mana, agar suatu pekerjaan itu efektif, maka perlu ada jobdis. Dari jobdis itu, dibuatlah lagi devisi-devisi kerja. Devisi-devisi harus diberi tanggungjawab full. Manajer hanya mengontrolnya. Dan dari devisi-devisi itu, harus ada balancecorcard-nya. Dengan begitu kinerja dapat diukur. Baru ada insentif, ada reward and punishment. Karena harus ada iklim kerja yang nyaman, sehingga orang punya rasa memiliki pada pekerjaannya (sense of belonging)

Dengan begitu ada capaian-capaian terukur (output) dengan target pada skala tertentu. Jangan sampai, suatu pekerjaan itu tidak memliki output dengan skala tertentu ! Karena keasikan berjibaku dalam proses. Ingat, bahwa proses itu bukan hasil. Meskipun, hasil juga tak bisa dicapai tanpa proses.

Jadi pekerjaan itu perlu didistribusikan pada devisi-devisi dengan target dan output yang sudah di-forecast sebelumnya. Dengan planing A, capaiannya bagaimana, planing B, capaiannya bagaimana, C bagaimana? dan seterusnya. Jadi semua pekerjaan itu pendekatannya hasil (baik yang berwujud/tangible dan yang tak berwujud/intangible)

Akan berbahaya, bila manejer take over semua pekerjaan, karena kekurangpercayaan pada devisi-devisi. Apalagi ownership dari saham dalam tempat kerja itu bertumpuk-tumpuk dalam otoritas manejer. Maka bisa dipastikan, proses dan output dari semua pekerjaan, akan terbengkalai.

Harus ada high level trust pada setiap devisi dalam distribusi pekerjaan. Tentu tetap dalam kontrol manejer secara regulated. Jadi pekerjaan-tidak bertumpuk-tumpuk di tangan manejer, tapi didistribusikan. Tentu dengan di-organize secara baik, skala controling yang intens pada devisi-devisi yang dianggap belum optimal. Demikianlah, sekedar sekapur siri. Wallahu’alam

Editor: Zainal Marzain