Peduli Bencana Sulsel, Kohati Badko Sulselbar dan Relawan Forhati Nasional Bagikan Sembako Korban Banjir di Jeneponto

by -1,668 views
Ketua Umum Kohati Badko HMI Sulselbar, Nurfadillah bersama pengurusnya dan Relawan Forhati Nasional Nurjannah, Jhane, mengunjungi korban banjir, di Dusun Gandi, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel

JENEPONTO, SULAWESIPOS.COM – Ketua Umum Kohati Badko HMI Sulselbar, Nurfadillah bersama pengurusnya dan Relawan Forhati Nasional Nurjannah, Jhane, mengunjungi korban banjir, di Dusun Gandi, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel, pada Sabtu 26 Januari 2019.

Dengan kondisi jalanan yang masih sangat berlumpur, para aktivis perempuan ini berjibaku untuk sampai ke lokasi para korban banjir Jeneponto beberapa waktu lalu.

Kunjungan tersebut dalam rangka pemberian bantuan sembako terhadap para korban bencana banjir.

“Saya berharap seluruh kader HmI dan Kohati HmI Sejajaran Badko Sulselbar turut berpartisipasi aktif membantu masyarakat yang terkena dampak banjir dalam pemulihan kembali struktur perekonomiannya,” himbau nurfadillah.

Di hadapan para korban Nurfadillah, mengucapkan turut berbelasungkawa atas bencana yang menimpa, “kami akan memaksimalkan upaya penanganan korban banjir dengan mengerahkan segenap potensi yg dimiliki Kohati Badko HmI Sulselbar,” tegasnya.

Ditempat yang sama Relawan Forhati Nasional, Jhane juga menyampaikan turut prihatin atas musibah banjir dan tanah longsor di Sulsel terkhusus saudara-saudara kita di Kabupaten Jeneponto. Sy berharap Pengurus Kohati Badko HMI Sulselbar dapat berbuat banyak untuk membantu saudara kita yang terdampak bencana.

“Teruslah berbuat yang terbaik dan bermanfaat apalagi buat saudara-saudari kita yang membutuhkan” tandas Jhane yang juga merupakan Pengurus Kohati PB HMI

Diketahui, Hujan lebat disertai angin kencang dan luapan sungai mengakibatkan banjir di Kabupaten Jeneponto, banjir melanda 21 desa di 11 kecamatan dengan ketinggian air 50 – 200 cm.

Banjir juga mengakibatkan sedikitnya 32 unit rumah hanyut dan 19 unit rumah rusak berat. Data sementara korban jiwa 10 orang (MD), 3 orang dinyatakan hilang, sedangkan jumlah pengungsi sekitar 1000 jiwa dengan kebutuhan mendesak seperti, MP ASI, desinfektan, PAC.

Reporter: Andi Hendra Hidayat/Jeneponto
Editor: Zainal Marzain