Bertemu Mahasiswa Budayawan Anhar Gonggong Merasa Berdialog dengan Masa Depan Bangsa

by -794 views
FAKTANEWS.ID Sejarawan sekaligus budayawan kawakan Indonesia Anhar Gonggong memaparkan materi di Depan Peserta Pelatihan Lanjutan Kepemimpinan Bangsa di Wisma DPR RI, Puncak Bogor Kabupaten Bogor

BOGOR, SULAWESIPOS.COM – Pelatihan Lanjutan Kepemimpinan Bangsa yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PKG) menghadirkan budayawan kawakan Anhar Gonggong sebagai narasumber.

Kegiatan ini melibatkan 120 peserta yang berasal dari mahasiswa lintas kampus se-Indonesia.

Mengusung tema “Peran Generasi Muda Dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045” kegiatan ini digelar di Wisma DPR RI, Puncak Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu 26 Januari 2019.

Sejarawan sekaligus budayawan kawakan Anhar Gonggong menjadi pembicara pelatihan ini. Dihadapan para peserta pelatihan, Anhar mengaku senang bertemu dan bertatap muka kembali dengan mahasiswa.

“Setiap saya bertemu mahasiswa dan pemuda saya seperti berdialog dengan masa depan bangsa,” ujar Anhar.

Menurut Anhar, kegiatan dialog dan interaksi pada momentum seperti merupakan sebuah dialog yang cukup berarti. Karena, bukan tidak mungkin dialog kepemimpinan kali ini akan menjadi penentu masa depan peserta pelatihan yang berada di ruangan ini.

“Anda sekalian patut berterima kasih kepada PGK, karena PGK anda bisa duduk di sini. Banyak atau mahasiswa yang tidak dapat kesempatan seperti anda karena berbagai faktor,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Anhar menceritakan soal anak-anak muda masa lalu yang memiliki kesadaran sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat, sehingga mereka mendirikan sebuah organisasi bernama Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

“Pendiri Boedi Oetomo itu anak-anak muda, umurnya 18 sampai 23 tahun. Mereka kaum terdidik dan tercerahkan,” paparnya.

Sebelum menutup pemaparannya, Anhar juga menyampaikan kiprah, peranan dan perjuangan Sukarno dan Hatta. Nama dua tokoh pahlawan nasional ini cukup harum dan sampai saat ini menjadi inspirasi kaum pergerakan tanah air. Ke depannya, Anhar berharap muncul anak-anak muda yang memiliki semangat perjuangan tinggi seperti pendiri Boedi Oetomo, Sukarno dan Hatta.

“Tapi tidak mungkin kita melakukan peranan kalau kita tidak ikut perkembangan teknologi. Pendidikan jangan digunakan untuk diri sendiri, tapi untuk kepentingan bangsa,” tandas Anhar.

Turut hadir mendampingi Anhar Gonggong pada kesempatan ini adalah Ketum DPP PGK Bursah Zarnubi, Mantan Presiden Pemuda Asia-Afrika Beni Pramula dan Ketua Presidium GMNI Chrisman Damanik.

Reporter: Almi Alfarisi/Bogor
Editor: Zainal Marzain