Aktivis Perempuan Ini Sebut Nilai Asesmen Tidak Mempengaruhi Pejabat Saat Menjalankan Tugasnya

by -2,084 views
IST/Foto Nurfadillah Ketua Umum Kohati Badko HMI Sulselbar

MAKASSAR, SULAWESIPOS.COM – Panitia Seleksi Calon Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan mengumumkan tiga nama calon dengan skor tertinggi yakni Kepala Bappeda Sulsel, Jufri Rahman 85.99 poin, Direktur Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial RI, Abd Hayat Gani 81.77 poin, dan Dosen IPDN Jatinangor, Zubakhhrum Tjenreng 81.50 poin.

Tiga besar nama tersebut, merupakan hasil seleksi calon Sekprov Sulsel berdasarkan total akumulasi nilai dari nilai asesmen, wawancara, rekam jejak dan penulisan makalah.

Hasil asesmen yang dianggap menjadi indikator penting sebagai dasar melihat pejabat saat menjalankan tugas nantinya ini ditanggapi aktivis perempuan Sulsel Nurfadillah, menurutnya, dalam salah satu riset Daniel Golemen mengatakan bahwa dalam bekerja yang mendorong kesuksesan dalam bekerja adalah 80 persen ditemukan sumbangan kecerdasan emosional dan 20 persen lainnya hanya sumbangan kecedasan intelektual.

“Karena komponen kecerdasan emosional meliputi kesabaran dan hubungan sosial dalam berinteraksi serta mampu memahami orang lain. Kerjasama itu termasuk juah mendengarkan orang lain berbicara (aspirasi),” terangnya kepada sulawesipos.com, Jum’at (25/1/2019).

Selain itu, menurut Nurfadillah, asesmen yang dipahaminya adalah variabel yang mewakili aspek kecerdasan intelektual. Sedangkan pembuatan makalah dan wawancara mewakili aspek kecerdasan emosional.

“Asesmen, wawancara dan pembuatan makalah hanya mewakili dua variabel. Masih banyak variabel lainnya yang tentu dapat dijadikan indikator menilai layak tidaknya seseorang menduduki sebuaj jabatan,” tekannya.

Nurfadillah yang juga Ketua Umum Kohati Badko HMI Sulawesi Selatan Barat (Sulselbar) menambahkan, bahwa tolak ukur menilai kemampuan seseorang jangan hanya fokus pada hal yang sifatnya normatif dan prosedural. Banyak indikator lain yang tentu dapat digunakan untuk menilai seseorang layak atau tidak dalam menempati suatu jabatan.

“Apalagi ini jabatan vital di provinsi, harusnya pansel memperhatikan banyak hal termasuk memperhatikan rekam jejak (trede record), prestasi calon, kehidupan pribadi calon serta masih banyak indikator lainnya,” tambahnya.

Nurfadillah berharap, Sekprov yang nantinya terpilih dapat menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel. Karena seorang Sekprov memiliki peran vital dan strategis dalam hal menunjang kinerja serta keberhasilan pemerintahan.

“Semoga saja sekprov yang terpilih nantinya dapat meningkatkan kualitas SDM serta memperbaiki kondisi birokrasi ASN di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.

editor: Yusuf Muhammad