Dramatis dan Menegangkan, Proses Penangkapan Wisnu Wardhana Terpidana Kasus Korupsi BUMD

by -834 views
dok. sulawesipos.com

SURABAYA, SULAWESIPOS.COM – Proses penangkapan Wisnu Wardhana terpidana kasus korupsi BUMD PT. Panca Wira Usaha (PWU) Jatim berlangsung dramatis. Karena saat ditangkap, politisi Partai Hanura ini hendak melawan petugas yang dipimpin langsung Kajari Teguh Darmawan.

Sekitar pukul 06.30 WIB, Wisnu yang mengendarai mobil Toyota Sigra bernomor polisi M 1732 HG. Pria yang akrab disapa WW ini enggan menghentikan kendaraannya saat dihentikan oleh petugas.

Justru memilih kabur dari kejaran tim kejaksaan yang sudah sebulan terakhir memburu terpidana tersebut. Petugas pun tak kehilangan akal, dengan menggunakan sepeda motor, sejumlah petugas tim kejaksaan mengejar dan mendahului mobil Wisnu.

Setelah berhasil mendahului mobil Wisnu, para petugas mencoba menghalangi laju mobil Wisnu dengan menghentikan kendaraannya di tengah jalan. Alih-alih berhenti, Wisnu saat kejadian mengunakan jaket berwarna Biru tua ini justru menabrakkan mobilnya ke sepeda motor petugas.

Apes bagi Wisnu, justru karena menabrak motor petugas, mobil Wisnu akhirnya berhenti. Ini karena bodi depan mobilnya tersangkut motor milik petugas tim kejaksaan.

“Setelah itu, tim jaksa langsung menangkap Wisnu dan dibawa ke Kejari Surabaya untuk pemeriksaan,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, Richard Marpaung, di kutip dari sindonews.com, Rabu (9/1/2019).

Sebelumnya, dalam kasus ini, di tingkat Pengadilan Tipikor Surabaya pada April 2017 lalu, Wisnu dihukum tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta serta uang pengganti sebesar Rp1,5 miliar. 

Tak puas dengan putusan Pengadilan Tipikor, Wisnu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jatim dan divonis satu tahun penjara. Atas putusan PT ini, Kejaksaan pun mengajukan upaya kasasi ke MA.

Wisnu Wardhana terjerat kasus korupsi pelepasan dua aset berupa tanah dan bangunan, milik PT PWU Jatim di Kediri dan Tulungagung pada 2013 silam. Saat proses pelepasan dua aset itu, Wisnu menjabat sebagai Kepala Biro Aset dan Ketua Tim Penjualan Aset PT PWU. 

Dalam kasus ini, Wisnu tidak sendirian. Nama mantan Menteri BUMN periode 2011 hingga 2014 Dahlan Iskan juga ikut terseret dalam pusaran kasus ini. Sebab, pada saat itu Dahlan menjabat sebagai Direktur PT PWU.

Di tingkat Pengadilan Tipikor Surabaya, Dahlan dinyatakan bersalah dan divonis selama dua tahun penjara dan denda Rp200 juta pada April 2017 lalu. Mantan direktur utama PT PLN pun hanya menjalani tahanan kota. 

Tak terima dengan vonis ini, Dahlan mengajukan banding. Di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Jatim, Dahlan divonis bebas. Atas Vonis ini, Kejaksaan pun melakukan upaya kasasi ke MA

Editor: Yusuf Muhammad