Grace Natalie dan 3 Kader PSI di Laporkan di Bareskrim Mabes Polri

by -818 views
sumber: TEMPO.CO

JAKARTA, SULAWESIPOS.COM – Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan empat orang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Badan Reserse Kriminal Polri, malam ini, 6 Januari 2019 sekitar pukul 21.30 WIB.

Mereka yang dilaporkan antara lain, Ketua Umum Grace Natalie, Sekjend Raja Juli Antoni, Tsamara Amani dan Dara Nasution dengan dugaan melakukan kebohongan award.

“Kami laporkan dengan dugaan kebohongan award yang ditujukan kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan Andi Arief,” ujar Hendarsam Marantoko Wakil Ketua ACTA.

Sebab, ACTA menilai, apa yang dilakukan pengurus kader PSI ini diduga merupakan suatu perbuatan menyiarkan berita bohong dan dikualifikasi sebagai ujaran kebencian yang menimbulkan keonaran di masyarakat.

“Pengurus PSI seolah-olah memberikan “Award”, namun tujuan sebenarnya diduga adalah penghinaan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Salahuddin Uno bersama tim suksesnya Bapak Andi Arief,” ucap Hendarsam Marantoko.

Sebelumnya, PSI mengadakan pemberian award kebohongan kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo – Sandiaga dan Wakil Sekjend Partai Demokrat Andi Arief.

Penghargaan itu ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekretaris Jendral Raja Juli Antoni. Award disematkan kepada tiga orang itu lantaran membuat pernyataan terkait selang cuci darah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, membangun tol Cipali tanpa utang dan tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok.

Dengan adanya pemberitaan terkait penghargaan kebohongan award itu yang sarat dengan fitnah, provokatif, dan ujaran kebencian, kata Hendarsam, akan menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, khususnya pendukung Prabowo – Sandi.

Laporan ACTA diterima dengan nomor LP/B/0023/I/2019/Bareskrim tertanggal 6 Januari 2019. Keempat kader tersebut diduga melanggar tindak pidana kejahatan tentang konflik, suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), yang akan dikenakan pasal 156 KUHP Jo Pasal 15 Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sebelumnya PSI membantah telah melanggar hukum. Juru Bicara PSI Dara Adinda Nasution mengatakan, partainya siap mengikuti proses hukum jika ada pihak-pihak yang melaporkan partainya.

“Pemberian Award Kebohongan ini hanya upaya memberikan pendidikan politik. Kami merasa tidak ada pelanggaran hukum sama sekali yang kami lakukan,” ujar Dara lewat keterangannya pada Sabtu, (5/1).

sumber : TEMPO.CO