Keren, ITB Buat Sistem Aquaponik Untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa

by -1,139 views
Dok. Istimewa Endra Susila/ITB

SULAWESIPOS.com – Sebagai wujud nyata pemberdayaan masyarakat pedesaan, Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat Sistem Aquaponik di Desa Cinangsi, Cianjur, Jawa Barat.

Hal ini dilakukan sebagai wujud pengabdian terhadap masyarakat serta bagian dari studi skala kecil mencari solusi mengurangi limbah hasil rumah tangga ke sungai Citarum.

Kegiatan ini diprakarsai tim Pusat Pemberdayaan Pedesaan (P2D) ITB dipimpin Endra Susila dosen dari Kelompok Keahlian Rekayasa Geoteknik, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB.

Endra menjelaskan, bahwa, pembuatan Sistem Aquaponik bertujuan meremediasi air limbah tambak ikan, sekaligus memanfaatkan kandungan senyawa organiknya untuk menumbuhkan tanaman air seperti kangkung, selada air dan beberapa tanaman sayuran yang dapat dikonsumsi masyarakat.

Sistem Aquaponik ini merupakan perpaduan dari aquakultur dan hidroponik. Aquakultur adalah sistem memelihara ikan, sedangkan Hidroponik itu menanam tumbuhan dengan media tumbuh berupa air.

Perpaduannya itu, dengan memanfaatkan air limbah tambak ikan dengan perpaduan senyawa organiknya cukup tinggi untuk menanam tumbuhan.

Manfaat langsung yang didapatkan warga adalah output air yang berasal dari tambak ikan akan lebih bersih dari sebelumnya, sehingga dengan sendirinya mengurangi potensi pencemaran atau bahkan bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat sekitar sesuai kondisi output air.

Sistem ini juga dapat menjadi peluang usaha baru masyarakat desa, dengan menghasilkan produk ikan dan sayuran.

Pembuatan Sistem Aquaponik ini melibatkan warga yang berasal dari Desa Cinangsi. Warga diajari sistem pembuatan dan masyarakat sangat antusias mengikuti setiap kegiatannya.

Dok. Istimewa Endra Susila/ITB

Bentuk pengabdian terhadap masyarakat ini sudah berjalan sejak juli 2018 lalu, selain bisa membantu meningkatkan penghasilan warga juga diharapkan mampu mengurangi buangan limbah ke sungai-sungai, seperti Sungai Citarum.

“Harapannya, setelah pengabdian tersebut, masyarakat dapat mengunakan Sistem Aquaponik untuk produksi ikan dan sayuran secara berkala dan berkelanjutan,” kata Endra dan tim seperti dikutip dari laman resmi ITB, Sabtu (5/1).

Rencana selanjutnya yakni akan dilakukan percobaan terhadap jenis tumbuhan lain seperti holtikultura dan tanaman hias.

Selain memberikan pengetahuan tentang pembuatan Sistem Aquaponik, ITB juga melaksanakan dua kegiatan pengabdian masyarakat lainnya di Desa Cinangsi, yaitu pembuatan Foto Udara yang dipimpin oleh Prof. Ketut Wikantika dari KK Penginderaan Jauh dan Sains Informasi Geografis Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, dan pembuatan Kompos Sampah Rumah Tangga yang dipimpin oleh Dr. Qomaruddin Helmy dari KK Rekayasa Air dan Limbah Cair Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu dari seluruh rangkaian Program Pengabdian kepada Masyarakat untuk Citarum Harum yang dikoordinasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Editor : Yusuf Muhammad