Beda Jurnalis Yunior dan Senior

by -1,250 views
Ilustrasi Foto: Prof. Dr. R. Siti Zuhro bersama jurnalis pada suatu even kegiatan Majelis Nasional KAHMI

Oleh: Dwiki Setiyawan

Suatu hari, seorang anak muda yang berhasrat meniti karier sebagai wartawan bertanya kepadaku, “Apa mas yang membedakan antara jurnalis yunior dan senior?”

Aku tatap sekilas mata anak muda itu sebelum menjawab. Nampaknya dia ingin sekali suatu jawaban jitu dan cemerlang dariku.

Sejurus kemudian, sembari berkelakar aku jawab pertanyaan gampang-gampang sulit sebagai berikut:

_Pertama,_ jurnalis yunior itu biasanya tak lepas dari alat perekam. Apabila dalam sesi wawancara, sang narasumber diacung-acungi dan disodori alat perekam, bisa dipastikan si jurnalis tersebut masih yunior.

Beda dengan yang senior. Tak perlulah nenteng-nenteng alat perekam. Atau ikutan bergerombol mengepung narasumber. Cukup ia dengarkan dari jarak agak jauh, sudah bisa jadi berita.

Untuk minta konfirmasi narasumber pun, ia cukup chatting via WA. Bahkan kalo terdesak deadline, sang jurnalis cukup melakukan telepati.

_Kedua,_ jurnalis yunior biasanya banyak pertanyaan, dan narasumber juga banyak kasih jawaban. Tetapi, berita yang tayang hanya sedikit sahaja.

Beda dengan jurnalis senior, ia tanya sedikit dan dapat jawaban sedikit pula. Namun berita yang tayang atau terbit banyak bingits. Bahkan bisa bersambung-sambung dengan judul dan isi berita beda-beda…

Si anak muda itu pun manggut-manggut dengar jawabanku itu. Mungkin ia bingung. Sama denganku yang juga bingung, kok sekonyong-konyong agak lancar menjawabnya.

Jakarta, 4 Januari 2019

Penulis adalah seorang Blogger sekaligus Pengurus Majelis Nasional Kahmi