Surat Suara Tercoblos Sebelum Waktunya, Mari Gunakan Nalar dan Akal Sehat Kita

by -2,769 views
Foto Nasaruddin Djaelani (Atho)

By. Nasaruddin Djaelani

Surat Suara sudah tercoblos? Mari kita gunakan Nalar sehat, dan wajib berpikir sehat pula,  agar tidak stroke DINI,  bagaimana bisa?  Sementara ada proses yang harus di lalui,

Pertama, setelah validasi daftar calon tetap DCT,  baru KPU akan mencetak syarat suara tersebut tentunya diawali proses lelang terlebih dahulu, selanjutnya  jika surat suara sudah selesai di cetak,  surat suara itu akan distribusi kan tujuan ke Kabupaten kota,  tentunya sesuai dengan tahapan ya,

Selanjutnya setelah sampai di kab kota,  provinsi,  ada namanya sortir, lipat,  dan mengecek secara detail surat suara tersebut,  dalam proses penyortiran KPU tidak berdiri sendiri,  ada pengawasan dari bawaslu,  pihak kepolisian, media, dan tentunya tetap pada Asas transparansi,

Selanjutnya  pengepakan dan persiapan distribusi ke tingkat PPK, PPS,  dan masing masing ke TPS, pada Distribusi tersebut petugas paling sedikit tiga kali dilakukan pengecekan secara detail, (lama memang) sebelum memasukan dalam kotak suara,  dan menyakkini betul tidak ada lagi kekurangan, maupun rusak,  termasuk logistik lainya keperluan TPS.

Selanjutnya agar faham, Kotak suara tersebut haram hukumnya di buka sebelum hari H,  (pidana lo)  yakni pada Rabu tanggal 17 April 2019, di TPS masing masing,  dan tentunya wajib  di saksikan oleh pemilih (masyarakat)  saksi parpol,. Petugas TPS dari bawaslu,  dan aparat kepolisian,  serta pemantau pemilu dari independn jika ada,   tepat pukul 07.00,  apabila pada pukul 7 TPS belum Di hadiri oleh,  pemilih,  saksi parpol dll,  petugas TPS wajib menunda dan menunggu hingga 30 menit ke depan, sambil menunggu item yang diatas.

Saat di buka dan di persaksikan oleh petugas kpps,  ke pada saksi,  masyarakat dll,  petugas TPS kembali hitung surat suara, serta alat kelengkapan tps lainya,  pastikan lagi jumlah yang ada di TPS tidak kurang dari jumlah DPT yg terdaftar masing masing TPS, 300, tambah 2 pesen surat suara cadangan,  UU No 7 2017,.

Tidak sampai disitu,  sebelum di berikan kepada pemilih,  KPPS wajib paraf surat suara,  sebagai bukti surat suara yang akan di coblos oleh pemilih utuh dan tidak rusak,  dan apabila ada kerusakan petugas TPS akan menggantikan,  dan rusak suara yg tidak terpakai, rusak,  maupun keliru coblos, di lampirkan BA,  berdasarkan jumlah yang lagi lagi di saksikan oleh saksi parpol,  petugas tps,  masyarakat,  dll,

Hingga Akhir,  pemungutan,  tepat pukul 12.00,  dan pukul 12.00,  hingga pukul 13, diberikan kesempatan kepada pemilih DPK,  Daftar pemilih khusus,  yang tidak terdaftar pada DPT,  dan DPTB.

Melangkah ke perhitungan surat suara,   petugas KPPS tetap mempersaksikan kepada, pemilih,  peserta pemilu,  dan petugas TPS dari bawaslu,  lakukan rekapan dan di catat pada C1,  na inilah dasar dari C1 itu akan diberikan kepada masing masing saksi parpol,  dan petugas TPS bawaslu,   jika ada perbedaan rekap,  saksi wajib leyangkan protes,

Pertanyaanya kemudian jika ada surat suara sudah coblos 70 juta itu,  mau di gunakan mau lewat mana?  Dan sortir ya bagaimana,  dan buat apa ada saksi peserta pemilu parpol,  dan petugas bawaslu?   Sementara jelas alur tahapan pemilu ini,

KPU tetap pada jalan pelaksana regulasi,  dan terus diawasi,  dari berbagai pihak,  jika ada yg melenceng resiko yang akan ditanggung sendiri,  karena KPU bekerja sebagaimana amanah UU. Yang harus dijunjung tinggi.

Watampone 3 januari 2019

Penulis adalah Anggota KPU Bone Divisi Teknis Penyelenggara