Ada Diksriminasi: PKL di Gusur, Cafe Pake Bahu Jalan Terkesan Ada Pembiaran

by -3,136 views
Ilustrasi PKL di Gusur

BONE, SULAWESIPOS.COM – Razia penertiban Pedagang Kaki Lima oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone di Kota Watampone, kemarin Rabu (2/1/2109), menuai sorotan.

Hal tersebut disampaikan Dr. Akmal Dosen sekaligus pemerhati sosial, Ia mengatakan, seharusnya Satpol PP sebagai penegak perda tidak diksriminatif terhadap PKL yang dianggap menganggu ketertiban umum.

“Satpol PP sebagai penegak perda harusnya menindak semua pelanggaran yang ada, bukan hanya fokus ke PKL. Kasihan mereka, ini terkesan diskriminatif terhadap satu kelompok saja,” katanya kepada sulawesipos.com pada Kamis (3/1/2019).

Akmal menambahkan, ketika dalihnya penegakan perda maka semua yang melanggar harus segera ditindak dan tidak boleh ada pembiaran.

“Kita tahu bersama bahwa, di Bone ini banyak aktivitas usaha yang diduga tidak mengantongi izin bahkan melanggar Perda No. 13 Tahun 2016 tentang Penertiban Umum dibiarkan begitu saja tanpa ada penindakan. Ini diksriminatif,” paparnya.

Berdalih penegakan perda dan ketertiban umum, Petugas Satpol PP Bone kemarin mengangkut paksa gerobak jualan para PKL. Razia yang sempat diwarnai aksi saling tarik menarik antara petugas dan pedagang ini pun turut menuai sorotan dari kalangan pemerhati nitizen di Bone.

Salah satunya Amar Haddis melalui komentarnya didinding Facebook Puang Therie Yamato Lilo

“Pasar malam dekat bundaran nyata2 tiap malam menganggu pengendara jalan… kok nda digusur juga bapak2,” ujarnya.

Seorang warga yang identitasnya enggan disebutkan turut menimpali aktivitas penggusuran petugas satpol PP. Menurutnya, Satpol PP hanya berani menindak rakyat biasa. Sepertinya pemilik usaha cafe dan warkop yang diduga melanggar itu milik orang besar.

“Itu cafe banyak melanggar pake bahu jalan tidak ditindak. Satpol PP beraninya sama masyakarat kecil saja, jangan-jangan pemilik cafe ada orang besar dibelakangnya” ketusnya.

Yusuf al-Fatih/Bone

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *