Digusur: Pedagang Kaki Lima Kesal, Satpol PP di Anggap Tebang Pilih

by -1,171 views
foto : supe sulawesipos.com

WATAMPONE, SULAWESIPOS.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bone, kembali melakukan penertiban terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di seputaran kota Watampone, Bone, Rabu (2/1/2019).

Pantauan dilapangan, tampak petugas Satpol PP ini mengangkut paksa gerobak yang digunakan PKL untuk berjualan karena dianggap ‘nakal’.

“Penertiban ini terpaksa dilakukan karena telah menyalahi aturan, mereka sudah ditegur, tapi setiap hari tetap saja berjualan ditempat yang sudah dilarang. Olehnya kita tertibkan,” kata Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Bone Andi Bahar, dalam keterangannya diselah-selah penertibannya.

Selain pedagang kaki lima, pihaknya juga menertibkan sejumlah bangunan yang tidak berizin.

“Sasaran kita juga termasuk bangunan liar yang tidak ada izin bangunannya. Ada beberapa lokasi kita tertibkan.” ungkapnya.

Ia menambahkan bagi yang terkena penertiban ini nantinya akan dibuat pernyataan untuk tidak menjual lagi ditempat itu. “Untuk sanksi kita beri kebijaksanaan dulu dan menyuruh buat pernyataan, nanti kalau tetap melanggar baru kita tindaki sesuai peraturan,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Bone, M.Zainal, mengatakan giat yang dilakukan pihaknya itu merupakan perintah perda no 13 tahun 2016 tentang ketertiban umum.

“Penertiban ini ada beberapa gerobak PKL kita angkut paksa. Adapun lokasinya yakni, Jalan Veteran dan Jalan Besse Kajuara. Mereka sudah berulang kali ditegur untuk pindah tapi tidak juga digubris.” tegasnya.

Lanjut dia, Penertiban yang dilakukan hari ini sebelumnya memang sudah disampaikan kepada para PKL, baik secara lisan maupun tulisan. Tapi tetap saja belum diindahkan oleh para PKL.

“Sebelumnya kami sudah sampaikan secara lisan maupun tulisan. Namun tetap saja ada, jadi kami terpaksa turun lagi. Mengingat lagi kawasan yang mereka tempati itu adalah kawasan untuk penilaian tata kota.” ucapnya.

Terpisah, seorang PKL, Ati (59 tahun) yang dikonfirmasi mengaku kesal saat gerobaknya diangkut oleh petugas.

“Mau melawan juga percuma, sudah sering kita dikasi begini. Namun kita juga mau tidak mau harus menjual juga karena kita makan dari sini,” ketusnya.

Seharusnya pemerintah itu memberikan kesempatan untuk warganya berusaha, jangan dihalang-halangi apalagi sampai digusur seperti ini.

“Kalau dikatakan melanggar, itu pasar malam di dekat bundaran setiap malam ramai dan menganggu pengguna jalan dibiarkan begitu saja, banyak juga cafe pakai bahu jalan tidak dipersoalkan. Pemerintah tebang pilih dan pilih kasih, kasihan kita rakyat kecil kalau diperlakukan seperti ini terus,” pungkasnya.

SUPE/BONE