Ketua PB HMI: Pemecatan Ketum PB HMI di Lakukan Oknum Yang Mengatasnamakan Pengurus Besar

by -1,728 views

JAKARTA, SULAWESIPOS.COM – Pemecatan Respiratori Saddam Aljihad sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam PB HMI adalah tindakan inkonstitusional dan telah mencederai aturan main organisasi.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Anggota (PAO) PB HMI Fauzy Marasabessy, dalam keterangannya di sekretariat PB HMI Jalan Sultan Agung No. 25 Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2018).

“Pemecatan ketua umum itu punya forum sendiri. Bukan melalui rapat harian, selain itu apa yang mereka sampaikan adalah fitnah,” ungkapnya.

Fauzy menambahkan, beberapa media belakangan ini pun santer memberitakan mosi tidak percaya terhadap ketum PB HMI hingga pemecatan terhadap Saddam Aljihad sebagai ketua umum terpilih hasil kongres XXX di Ambon.

“Beberapa rilis dan konferensi pers juga mereka lakukan hingga dimuat di sejumlah media. Saya menegaskan apa yang mereka sampaikan itu tidak benar, artinya mereka tidak hanya berbohong kepada media juga kepada publik,” tambahnya.

Fauzy mengatakan, dalam pertemuan itu terjadi pencatutan dan klaim nama jabatan organisasi. Berdasarkan SK terbaru PB HMI yang ditanda tangani pada tanggal 14 Desember 2018 Nomor: ISTIMEWA/KPTS/A/KA/04/1440 tentang reshuffle kepengurusan PB HMI 2018-2020 yang bersangkutan atas nama inisial RK bukan Ketua Bidang PAO lagi, sementara atas nama AKH sudah bukan lagi Sekretaris Jenderal, dan RS bukan lagi Ketua Bidang Lingkungan Hidup.

“Sungguh hal yang sangat disayangkan demi hal yang tidak jelas apa, mereka berani mencatut posisi Jabatan dan juga kepengurusan. Ditambah lagi ini tidak layak dikonsumsi publik, mereka telah menganggu stabilitas kepengurusan dan membuat kegaduhan dalam organisasi. Tentu ini menghambat proses kerja organisasi dan kaderisasi,” tanda Fauzy.

Fauzy juga siap meluruskan tudingan yang beredar, menurutnya PB HMI akan menindak secara organisasi tindakan oknum tersebut. Ia pun menghimbau kader HMI se-Indonesia untuk tidak terhasut dan terpengaruh desas desus yang berpotensi memecah belah organisasi.

“Apa yang mereka lakukan saya kira berawal dari reshuffle sebagian dari mereka, seperti RK yang diberhentikan dari kepengurusan. Kemudian merekayasa isu-isu yang sangat kental tendensi politiknya,” pungkas Fauzy.

AMIR WT/JKT