Memahami Jurnalis Besar

by -1,379 views
tribunnews.com

Oleh: Fathorrahman Fadli

Jurnalis besar adalah Seorang jurnalis yg memiliki dedikasi yang tinggi pada kebenaran fakta yg ditulisnya, untuk kemudian ia menulis seperlunya demi kepentingan mencerdaskan masyarakat luas. Ia tahu scr pasti manfaat dari ia menulis. Bukan memberitakan kepalsuan atas selera penguasa dan secarik isi amplop.

Tulisan jurnalis besar itu berjiwa, bertenaga, dan ada hentakan kesadaran dari pembacanya. Bukan memuji-puji, namun menelisik fakta yg tertutupi oleh kekuatan kuasa atau kapital. Jurnalis itu penyampai kebenaran…..atas apa yang sesungguhnya terjadi, hingga apa yang sejatinya ditutup tutupi. Kegiatan jurnalisme hanya mengurusi wilayah publik, dan bukan wilayah private atau gosip.

Namun dalam derajat tertentu, gosip seorang pemimpin publik hrs diangkat jika dan hanya jika akan membahayakan publik yg dipimpinnya.

Itulah sosok jurnalis besar, Bung!!!

Tulislah kebenaran itu secara telanjang agar masyarakat mendapatkan pelajaran,  jangan pernah takut dibilang orang sebagai tidak.bijak, karena kebijaksanaan itu bukan urusanmu, urusanmu hanya menulis dgn fakta fakta dan data data dengan benar.  Bijak itu urusan para sufi yg tinggal diatas tinta tinta kitab kebijaksanaan.

Kaum jurnalis adalah komunitas yang diam. Yang berteriak ketika keadilan terluka dan kebenaran tersisihkan dari muka bumi.  Jurnalis ibarat nabi penyampai kebenaran, yang merasakan kepuasan bathin ketika ia melepaskan kabar gembira pada manusia yang tersesat

Jurnalis bukanlah budak dari penguasa, yang nyinyir membela kepalsuan yang membodohkan, yang membuat bathinnya tergores oleh sikap-sikap yang batil. Jurnalis harus kukuh meyakini tesis Innal baatila kaana zahuqo…..sesungguhnya kebatilan itu akan hancur.

Keyakinan seperti itulah yang.membuat para jurnalis adalah orang-orang yang berani menyampaikan kebenaran, penuh optimisme, dan mencintai orang orang susah, teraniaya yg tersingkir oleh kejahatan birokrasi yang hanya menghamba pada uang dan kemewahan kekuasaan.

Jurnalis adalah kumpulan manusia yang tercerahkan, sebab pada dirinya ada enzim dan hormon-hormon progresif untuk selalu belajar, membaca, mengkritisi, menganalisa, dan merenungi segala sesuatu yg bergerak dalam.masyarakat sebagai pelajaran yang sangat berharga bagi peningkatan kualitas peradaban umat manusia.

Ketika seorang jurnalis telah mengkhianati kesejatian dirinya, maka ia hanyalah penebar fitnah yang membodohi masyarakat dan menghambat kemajuan suatu bangsa.

Jurnalis adalah juga kumpulan manusia cerdas yang mampun membangun opini kebaikan dalam masyarakat. Dari tulisan-tulisannya yang mencerahkan, akan.membawa masyarakat pada peningkatan mutu berfikir dan luasnya wawasan mereka. Dari tangan jurnalis pula masyarakat belajar secara bertahap (tobaqon an tobaq).

Fungsi ini membawa posisi jurnalis sebagai seorang pendidik masyarakat diluar kelas-kelas yang sempit itu. Seorang jurnalis mengajak masyarakat dalan kelas-kelas yang besar; kelas kebudayaan dan kelas peradaban suatu bangsa.

Jurnalis juga bisa mengajari penguasa yang bersikap abai pada nuraninya sendiri. Pendek kata, jurnalis adalah manusia istimewa yang bisa menembus sekat-sekat pangkat dan jabatan. Jurnalis bisa menembus sekat-sekat itu atas dasar oligasi sosial (social obigation) yang dimilikinya.

Jurnalis ibarat sekumpulan pasukan tempur yang menjadikan penanya sebagai senjata pembunuh massal. Melalui pena yang mereka guratkan, pasukan tempur itu bisa membunuh kebodohan dalam sekejab. Pena kaum jurnalis adalah pena kesadaran akan arti pentingnya pencerahan. Ia adalah pena yang tak pernah kehabisan tinta. Tinta kaum.jurnalis itu berasal dari getar nurani yang terbit manakala keadilan terluka dan kebenaran tersisihkan dari muka bumi. Ia bertugas melukiskan sejarah dengan tinta tinta istimewa itu. Bukan mencatat kebohongan yang membutakan mata batinnya dan masyarakatnya.

Ciputat, 13.31

Fathorrahman Fadli

Mantan aktifis pers mahasiswa, jurnalis kantor berita ANTARA dan beberapa media cetak dan online.