Aksi DPD IMM Sulsel: Krisis Kemanusian Uyghur, Presiden Jangan Diam

by -757 views

MAKASSAR, SULAWESIPOS.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sulawesi Selatan (DPD IMM Sulsel) bersama PC IMM Se-Sulsel menggelar aksi demonstrasi merespon krisis kemanusian yang dilakukan otoritas pemerintahan Tiogkok terhadap suku minoritas Uyghur yang mayoritas beragama Islam.

Aksi damai yang berlangsung pada Rabu 26 Desember 2019 ini dimulai dari pukul 13.00 sampai menjelang magrib dengan dua titik Aksi.

Dilokasi pertama 10 Ketua Umum PC IMM Se-Sulsel berorasi dibawah Flyover Pettarani Makassar. Kemudian dilanjutkan didepan gedung DPRD Provinsi Sulsel sebelum kemudian diterima beraudiensi dan menyampaikan aspirasi dihadapan wakil ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif.

Aksi damai yang melibatkan lebih dari 200 kader IMM se Sulsel ini mendesak agar secepatnya pemerintah mengambil tindakan sesuai dengan amanat konstitusi.

Abdul Gafur ketua DPD IMM Sulsel Bidang Hikmah selaku jenderal lapangan menyampaikan didepan Pimpinan DPRD Sulsel bahwa jika presiden tetap mendiamkan kejahatan yang dilakuakan oleh otoritas Negara Tiongkok maka Presiden sejatinya telah menghianati amanat konstitusi.

“konstitusi memerintahkan bangsa Indonesia untuk terlibat aktif dalam menciptakan perdamaian diatas bumi. Artinya presiden sebagai kepala negara wajib untuk melakukan langkah untuk semua tindakan yang tidak berkeprimanusiaan diatas bumi termasuk apa yang terjadi di Uyghur saat ini,” paparnya.

Gafur menambah, secepatnya presiden harus memanggil Dubes Tiongkok di Jakarta untuk memberikan informasi dihadapan publik Indonesia, dan wajib mwnghentikan segala kejahatan yang dilakukan oleh Pemerintah Tiongkok.

“Jika tidak diindahkan maka presiden harus melakukan konsolidasi secara internasional bersama PBB dan OKI untuk menekan RRT. Ini momentum bagi presiden untuk membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar dan disegani dalam percaturan politik internasional,” pungkas Gafur.

SAIFUL/MKS