Warga di Pimpin Kades Blokade Akses Jalan ke TPA di Bone

by -942 views
foto by. justan

WATAMPONE, SULAWESIPOS.COM – Kemarahan warga terhadap buruknya pengelolaan sampah, di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, membuat sejumlah warga di Desa Passippo, Kecamatan Palakka, memblokade akses jalan masuk areal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Passippo, Selasa 25 Desember 2018 dini hari.

Dari pantauan dilapangan, puluhan warga ini menghadang sejumlah truk sampah yang akan masuk TPA. Akibatnya, belasan truk penuh sampah terpaksa parkir di pinggir jalan masuk menuju lokasi pembuangan akhir.

Pemblokade jalan yang dilakukan warga ini  dipimpin langsung Kepala Desa Passippo, Ismail Andi Dadi. Kata dia, pihanya bersama warganya memblokade area TPA itu karena dampak bau dari lokasi TPA ke pemukiman warga dan pengelolaan sampah tidak maksimal.

“Dinas Lingkungan Hidup Bone tidak memperhatikan pengelolaan sampah disini. Warga saya marah sampah sampah itu mengeluarkan bauh tak sedap. khususnya selepas hujan kemarin, baunya menyengat sekali. Warga sudah komplain, tapi sepertinya belum ada penanganan serius dari pihak terkait hal ini saya sudah sampaikan ke pihak terkait sebelum nya.”kata Kepala Desa Passippo ditemui diarea TPA.

Sementara itu, salah satu warga yang berada di sekitar TPA Passippo, Dahniar (41), yang mengeluhkan bau tak sedap dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Passippo.

Kata dia, bau busuk dari tumpukan sampah di kawasan TPA Passippo tersebut sudah sebulan. Akibatnya bau busuk tersebut, Dahniar mengaku dia sekeluarga merasa tidak enak makan.

“Ibu saya sampai harus membeli pewangi ruangan yang diletakkan di kipas angin. Apalagi kalau tercium saat kami sekeluarga mau makan, kami semua jadi tidak enak makan,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bone Asmar Arabe menuturkan tanpa dimintapun pihaknya pasti bakal melakukan penimpunan di areal TPA Passippo.

“Ini hanya kesalahpahaman saja, wajar kalau warga mengeluhkan ini baunya menyengat namanya juga sampah apalagi kalau saat ini memang musim hujan,” kata Asmar.

“Tanpa diminta pasti kita bakal timbun sampah dengan tanah, tetapi kita juga ada standarnya sekian tumpukan sampah baru bisa ditimbun,” tutupnya

ADI/BONE