Bambang; Dua Alasan Kuat Untuk Saddam Aljihad Mundur Dari Ketua Umum PB HMI

by -1,996 views

JAKARTA, SULAWESIPOS.COM – Untuk kepentingan organisasi dan seluruh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cukup menjadi alasan kuat bagi Respirator Saddam Aljihad untuk mundur sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) HMI.

Hal ini diungkapkan Bambang Pontas Range, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjend) PB HMI dalam tertulisnya yang diterima redaksi sulawesipos.com, Selasa, (25/12/2018).

“Lebih baik mundur secara terhormat, jangan egois, jangan hanya memikirkan diri sendiri. Pikirkan keluarga besar HMI di seluruh Indonesia,” ujar Bambang.

Bambang menambahkan, desakan mundur terhadap Saddam memiliki alasan kuat. Baik secara organisatoris maupun etik (moralitas).

Secara organisatoris. Papar Bambang, Saddam tidak mampu menjaga wibawa organisasi yang dia pemimpin, selain itu Saddam d telah melakukan pelanggaran atas mekanisme organisasi. Tindakannya mengeluarkan surat keputusan (SK) pergantian jajaran (reshuffle) di PB HMI, tidak melalui mekanisme yang benar.

“SK itu mengabaikan aspek penting dari prinsip-prinsip mekanisme kerja organisasi yang selama ini menjadi dasar dan pegangan kita di HMI,” ujarnya.

Sebagai contoh, kata Bambang, selama enam bulan belakangan ini banyak pengurus aktif dan bekerja keras menjadi motor penggerak organisasi, tapi dibuang begitu saja. Saddam tidak memahami prinsip keorganisasian HMI dan tidak menjalankan AD/ART sebagai pedoman organisasi.

“Malah banyak diantara mereka yang tidak pernah aktif, malah dipertahankan,” ketus Bambang.

Terkait dugaan tindakan asusila Saddam yang selama ini coba ditutup-tutupi pengurus, kini sudah terkuat ke publik secara luas. Khususnya ditengah keluarga besar HMI se-Indonesia, bahkan KAHMI telah melakukan pemanggilan kepada Saddam untuk mengklarifikasi langsung hal tersebut.

Dalam kasus ini. Saddam harus menjelaskan secara terbuka disebuah forum khusus yang dibuat untuk itu. Berterus terang kepada seluruh keluarga besar, ujarnya.

“Ketua Umum itu layaknya Imam kita, saat imam buang angin. Sholatnya gak usah diulang. Tapi imamnya harus minggir. Ketum PB sudah buang angin ya minggir,” pungkasnya.

Amiruddin Samad/Jakarta