Tsunami Di Anyer dan Lampung

by -1,264 views

By. Munir Sara

Awal-awalnya saya lihat di running text CNN Indonesia. Bahwa ada tsunami merangsak tepi Anyer. Lalu disusul di Lampung. Mula-mulanya di linimasa, berseliweran spekulasi. Dari ilmiah sampai ke yang mistis. Ada yang bilang ini akibat bulan purnama sehingga dampak grafitasinya menyebabkan air laut pasang.

Ada juga yang agak mistis, bahwasanya penjaga selat Sunda sedang minta tumbal dan macam-macam jelang pesta demokrasi 2019. Jelasnya, yang omong-omong begini bukan pakar geologi. Yang jelas selain pure peristiwa alam, tsunami spekulasi juga merebak.

Dari sekian spekulasi itu, kita hanya percaya satu, yakni analisa BMKG. Kita beriman pada Allah dan percaya tanda-tanda alam-Nya melalui analisa cermat otoritas geologi. Dalam hal ini BMKG.

BMKG juga sudah omong, bahwa tak ada tanda-tanda seismik, sehingga tsunami tersebut adalah efek susulan dari gempa dengan skala tertentu. Dan tsunami semalam adalah efek dari erupsi anak gunung Krakatau. Perdebatan soal ini tsunami atau gelombang pasang juga bikin riweuh

Dari semalam, di timeline akun teman-teman Serang, dari ruas jalan hingga ke arah dataran tunggi, manusia berjejal. Padat merayap menuju area perbukitan. Menyelamatkan diri. Ada yang bermotor dan berkenderaan roda empat. Auman klakson juga memekik sepanjang jalan, membikin suasana agak seram.

Di layar kaca, baik di Anyer dan Lampung, ratusan rumah nyungsap disapu gelombang. Belum ada laporan resmi otoritas penanggulangan bencana, berapa sudah korban jiwa.

Yang jelas ketika peristiwa ini terjadi, tak ada peringatan dini semacam serine. Jadi warga ujuk-ujuk, kaget; nestapa gelombang pasang sudah menggulung mereka. Seperti di Palu-Sulteng, tak ada peringatan serine.

Tiba-tiba amukan gelombang menyapu rata manusia dan bangunan. Tak ada yang teledor, mungkin pemerintah saja yang lupa, bahwa peringatan dini juga penting, karena peristiwa semacamnya sering terjadi.

Namanya juga musibah, tiada disangka-sangka, semua sudah terjadi. Di balik semua kemampuan nalar kita membaca dan menganalisa tanda dan gerak alam, ada hukum absolut juga bekerja. Kita tak bisa membacanya secara tunggal.

Ada mekanisme Tuhan yang turut bekerja, bahwa peristiwa alam secara makro kosmos adalah peristiwa yang eksak, tapi kesadaran manusia secara mikro kosmos, juga perlu membacanya secara transubstansiasi. Dari peristiwa alam menuju sebagai gerak sadar keimanan (spiritualitas)

Semoga saudara-saudara kita yang ditimpa musibah ini dikaruniai Allah kesabaran. Dan ujian ini diganti Allah dengan keberkahan yang lebih baik dari yang sebelumnya. Sebagaimana janji Allah. Dan hanya Dia pemberi kepastian absolut.

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (at Taghabun/64:11)

Penulis adalah : Staf Ahli DPR RI Fraksi PAN
Editor : Yusuf al-Fatih