Warga dan Pengendara Keluhkan Sampah Menumpuk Dan Berserakan Di Jalan 

by -1,568 views

WATAMPONE, SULAWESIPOS.COM – Sampah masih menjadi masalah yang tak kunjung usai di Kabupaten Bone seperti yang berserakan di pinggir jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang mengganggu dan berbau tak sedap.

Menurut warga sekitar, Fitriani, mengatakan, tumpukan sampah di lokasi rutin diangkut petugas kebersihan, namun sampah tidak diangkut secara keseluruhannya

“Tidak pernah bersih tempat sampah di pinggir jalan ini. Karena memang banyak warga yang membuang sampah. Meskipun sudah tiap hari diangkut petugas kebersihan, namun sampah terus menumpuk, apa lagi sudah beberpa hari ini petugas tidak pernah lagi datang angkut itu sampah jadi sampah semakin banyak dan mengeluarkan aroma tak sedap.” ungkapnya ditemui sebagaimana dikutip di sindonews.com Minggu petang, 22 Desember 2018.

Sementara, Dahlan, warga yang rumahnya tak jauh dari tempat pembuangan sampah itu mengungkapkan bahwa keadaan tersebut sangat mengganggu. Sebab sampah yang biasanya dibiarkan menumpuk mengeluarkan bau tak sedap.

“Hampir setiap hari saya menghirup bau tidak enak. Apalagi kita setiap hari melintas di jalan itu. Pejabat yang mengurus sampah harusnya bertindak, itu sampah sudah beberapa hari mi harusnya itu sudah diangkut. tuturnya

Selain warga sekitar yang terganggu dengan buah yang tak sedap dari tumpukan sampah itu, salah satu pengendara Adhe (35) yang melintas di lokasi tersebut, juga mengeluhkan hal tersebut.

“Dari jauh buahnya sudah menyengat, ini sangat mengganggu. Harus pemerintah daerah soal begini cepat ditangani jangan dibiarkan karena ini sangat mengganggu.” ujarnya.

Tumpukan sampah yang terlihat menggunung di Jalur dua jalan jenderal Sudirman tersebut yang menghubungkan Kabupaten Sindo ini, terlihat menumpuk sudah meluber ke tepi jalan.

Sampah ini dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan. Masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan ini, kecewa karena mereka setiap hari harus mencium bau yang tak sedap. Mereka berharap Dinas yang terkait cepat melakukan tindakan.

Adi Ibrahim/Wtp