Panik, Jokowi Khianati Amanah Reformasi 1998

by -855 views

By. Munir Sara

LONTARAPOS.COM, Jakarta — Dilantiknya Komjen Pol Irawan sebagai PJ Gubernur Jawa Barat pada Pilkada Jabar 2018, itu seperti bikin dongok seantero warga Indonesia. Pertama, Jawa Barat bukan zona merah dalam pilkada 2018, kedua, mengkhianati amanah reformasi 1998, ketiga, pemerintah tak konsisten setelah, sebelumnya, ide ini ditolak mentah-mentah publik. Terutama aktivis 98 kawan sejawatnya Adian Naputupulu dan Budiman Sudjatmiko.

Ide ini juga memperlihatkan kepanikan Jokowi yang luar biasa, karena benar-benar mawas, kalau-kalau Pilkada Jabar 2018, memiliki hasil persis DKI dan Banten, karena partai usungan benteng bermoncong putih jatuh terkusruk. Kekhawatiran atau kepanikan yang sama terjadi di Sumut, pun Jatim.

Pada Pilkada DKI 2017, harapan Jokowi pupus, Ahok terjungkal. Mengukur Jokowi di 2019 dengan menggunakan parameter Jakarta sebagai the matter of politics, maka tanda-tanda kekalahan Jokowi sudah dekat. Disusul kekalahan paket usungan PDIP di provinsi Banten, semakin mengakumulasi faktor-faktor kekalahan Jokowi. Dan pastinya, hal ini menimbulkan kepanikan luar biasa bagi Jokowi dan lingkaran dalamnya.

Oleh sebab itu politik Michaevelis mesti digunakan, agar faktor-faktor kekalahan Jokowi di 2019 tak terakumulasi melalui Pilkada 2018, di beberapa Provinsi sebagai jantung elektoral. Kepanikan politik ini sudah terjadi, sejak elektabilitas Jokowi mangkrak di 30%.

Tak luput euphoria pemilu Malaysia dengan terjungkalnya petahana Nazim Razak semakin memompa kepanikan bagi masa depan Jokowi. Apalagi kekalahan Nazib, disebabkan oleh pokok isu yang sama, persis di Indonesia, yaitu utang luar negeri dan membanjirnya TKA asal China.

Alhasil, semakin kesini, faktor-faktor kekalahan Jokowi makin menganga. Dan faktor-faktor tersebut memperlihatkan kepanikan luar biasa dari gelagat politiknya mutakhir.

Dengan melantik Komjen Pol Irawan sebagai PJ Gubernur Jawa Barat, pemerintahan Jokowi sudah menyeret-nyeret dwi fungsi ABRI ke gelanggang politik. Memaksakeluarkan Polri dari baraknya, dan ikut bergumul dalam pemerintahan dan politik praktis. Hal ini sekaligus merupakan “pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi.” Dimana salah satu agenda reformasi adalah TNI/Polri back to Barack.

Pantar, 20 Juni 2018

Editor : Ahmad Yusuf