Ini Arti Hukum di Mata Salah Seorang Advokat Muda Bone. Part (1)

by -1,091 views

LONTARA.COM, WATAMPONE – Sebagian dari masyarakat kita masih sangat awan dengan persoalan hukum, hukum merupakan sebuah keniscayaan yang wajib diketahui terlebih lagi negara kita merupakan negara yang berdasarkan pada aturan main dengan kata lain negara kita negara hukum, olehnya untuk memahami secara perlahan persoalan hukum, mari kita simak komentar salah seorang advokad muda berbakat di Kabupaten Bone, .

Bagi masyarakat yang awan pada persoalan hukum tentu akan menjadi momok yang menakutkan ketika berhadapan dengan hukum, bagi mereka berhadapan dengan hukum merupakan musibah besar, hal ini berlaku bagi masyarakat golongan kebawah malah terkadang mereka berpasrah diri karena keterbatasannya.

Hal itu di sampaikan Andi Asrul, SH.MH, di salah satu warkop dibilangan kota Watampone, Jumat Malam (8/6/2018), saat disambangi awak media Lontarapos.com dalam sebuah diskusi kecil, Ada istilah dalam masyarakat yang sangat akrab ditelinga masyarakat kita yakni, hukum itu tajam kebawah tetapi tumpul keatas dan itu sering terjadi pada rakyat kecil yang berharap akan keadilan dan kepastian hukum, ujarnya sembari menyeruput kopi susu khas Cafe Teras.

“Proses hukum itu sebagai “The rule of law ” pengatur perilaku dan etika di masyarakat tanpa memandang bulu, hukum menjadi penentu benar dan salah seseorang”, sambungnya.

Advokad Muda Bone yang bernama lengkap Andi Asrul Amri, SH., MH. menyebutkan bahwa, secara fisik ada juga oknum penegak hukum yang melukai nama hukum itu sendiri, yaitu kurang tegasnya terhadap orang – orang penting yang memiliki jabatan tinggi di negara ini namun begitu tegas terhadap orang-orang kalangan bawah.

Hal itu bukan hanya terjadi diera ini tapi jauh sebelumnya sudah begitu contoh besarnya seorang nenek yang mengambil kayu dipidana namun sebagian kasus korupsi dan yang menjadi “trend sekarang ini” banyak terjadi kejanggalan-kejanggalan sehingga terkadang tak bisa terungkap.

Saya hanya mengatakan yang salah itu bukan proses hukumnya, tapi oknum-oknum didalamnya seharusnya memiliki jiwa penegak kepastian hukum, apalagi hukum di Indonesia ini sudah baik, ucapnya.

Lebih lanjut, Andi Asrul mengatakan, disinilah penegakan hukum dinilai kurang tegas menengakkan keadilan karena terkadang masyarakat yang merasa prihatin dengan penegakan hukum itu sendiri.

Harapan saya semoga oknum-oknum penegak hukum berpegang teguh pada panglima yaitu hukum yang bersifat independen dan tidak boleh bercampur dengan kepentingan semata serta urusan politik, hukum yang tajam kesegala arah, pungkasnya.