Syahbandar Diminta Liburkan Nelayan saat Hari Pencoblosan

by -1,005 views

“Selama ini, setiap momen Pilkada atau Pemilu, para nelayan seperti tak mendapatkan perhatian serius. Memang pihak KPUD telah melakukan sosialisasi, tapi kenyataannya, di hari pemilihan nelayan tetap turun melaut. Padahal setiap kapal rata-rata memiliki 10 hingga lebih ABK (anak buah kapal). Seharusnya pihak KPUD menjalin koordinasi dengan pihak Syahbandar meliburkan nelayan.”

Demikian usulan Sugianto, salah seorang peserta Seminar dengan tema  Pendidikan Politik menuju Pilkada serentak 2018 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Pengambangan Kemasyarakatan (LP2K) bekerjasama dengan KPUD Kabupaten Bone. Kegiatan berlangsung pada hari Minggu, 19 November 2017 di Labuan Coffee Bar, Bajoe.

Usulan Anto diapresiasi oleh Pak Yusnan Suyuti, anggotan KPUD Bone, yang juga selaku pembicara dalam kegiatan tersebut. Menurut Pak Yusnan, “usulan itu perlu ditindaklanjuti, apalagi selama ini partisipasi pemilih pada masyarakat di wilayah pesisir tergolong rendah.”

Jika diasumsikan setiap Ponggawa (pemilik kapal) memiliki 10 orang Sawi (ABK), jika terdapat 100 kapal, jika 50 % dari kapal itu tetap turun melaut, maka terdapat sekitar 500 orang yang tak menyalurkan suaranya alias Goplut.

“Bagaimana pemilih pemula seperti kami bisa meyakinkan diri untuk ikut memilih? Sementara, banyak ajakan dari teman-teman yang mengatakan ‘yang penting coblos, sudahmi’”, kata Enjeli. Enjeli adalah saat ini duduk di bangku kelas III sekaligus menjabat sebagai Ketua  OSIS di SMK Negeri 2 Watampone.

Pertanyaan Enjeli mewakili fenomena pemilih pemula yang selama ini dengan mudahnya dimobilsasi oleh tim atau para politisi, tanpa diberi pemahaman tentang “mengapa dan untuk apa mereka memilih, atau apa dampak pilihan mereka terhadap kehidupan atau sekolahnya.”

“Pihak sekolah perlu melakukan pendidikan politik melalui praktek demokrasi, melalui pemilihan langsung ketua OSIS,” kata Subarman Salim, Sekretaris LP2K, juga sebagai salah satu pemateri.

“Ke depan, pemilih pemula tidak lagi hanya berpikir mereka ikut berpartisipasi memilih, mereka seharusnya mulai berpikir, Pemilu nanti mereka juga bisa memosisikan diri sebagai salah seorang yang ada dalam daftar untuk dipilih,” lanjut Subarman.

Jadi, partisipasi aktif pemilih tidak lagi sekadar ikut karena ajakan teman atau karena iming-iming amplop, atau karena di Lapangan Merdeka ada artis dangdut dari Ibukota.

Di akhir acara, Yusnan menyampaikan bahwa target KPUD Bone adalah meningkatkan partisipasi pemilih dari 70% (Pileg 2014) menjadi 78 hingga 80% pada Pilkada 2018 nanti. Target ini tentu saja hanya bisa terwujud jika partisipasi aktif dari kelompok potensial maupun individu dilakukan secara optimal.