Lafran Pane Sosok Muda Yang Berjiwa Visioner

by -829 views

Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang dikumandankan Ir. Soekarno tahun 1945 merupakan tongkak bersejarah berdirinya sebuah bangsa merdeka, namun bangsa yang seumuran jagung ini masih saja dalam ancaman pihak luar yang ingin kembali menjajah Indonesia. Dalam situasi itu, kaum Intelektual Kampus terpanggil untuk ambil andil dalam mempertahankan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu diantaranya adalah pemuda kelahiran Padang Sidempuan  5 Februari 1922, dia adalah Lafran Pane diusianya yang tergolong masih belia ia terpanggil mengisi kemerdekaan.

Pemuda Lafran bersama rekan – rekannya mendirikan satu organisasi kemahasiswaan Islam pada tanggal 5 Februari 1947. Kehadiran organisasi mahasiswa yang di kenal saat ini, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan sebagai bentuk kepedulian terhadap situasi keummatan dan kebangsaan saat itu. Tidak hanya dengan pemikiran, Lafran pane dan Teman-teman HMI lainnya juga ikut bergerilya melawan agresi belanda II pada tahun 1948 di daerah bantul Yogyakarta yang sempat dikuasai oleh penjajah saat itu.

Pendirian HMI oleh Lafran Pane berkonstribusi menggalang persatuan mahasiswa islam diyogyakarta pada saat itu, sebagai ibukota negara Yogyakarta merupakan sasaran serangan fisik bertubi-tubi dari penjajah, Lafran Pane beserta mahasiswa islam lainnya maju ke garda terdepan demi mempertahankan Bangsa dan Negaranya, maka tak salah ketika dihari ulang tahun pertamanya Panglima Besar Jendral Sudirman dalam pidatonya mengatakan bahwa HMI bukan hanya Himpunan Mahasiswa Islam, akan tetapi HMI merupakan Harapan Masyarakat Indonesia, hal tersebut tidak lepas dari rapi dan solidnya penggalangan mahasiswa islam oleh Lafran Pane.

Setelah periode revolusi fisik, Lafran pane terus melanjutkan kiprah dan perjuangannya, terutama dalam membangun Paradigma antara Agama dan Negara dimana keduanya bukanlah hal yang bertentangan tetapi justru berkaitan yang tidak terpisahkan. Perjuangan itu telah memberikan pengaruh signifikan sehingga tidak terjadi dikotomi antara keduanya. Dengan adanya cara pandang seperti itu, akhirnya terbangun harmonisasi antara kaum Agamawan dan Kaum Nasionalis dimana kedua kelompok tersebut secara bersama-sama mengisi dan melanjutkan Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak salah jika kemudian Nurcholish Madjid mengatakan bahwa Fapran Pane merupakan sosok pemuda yang berfikiran Visioner, beliau merupakan seorang pemuda yang berfikir melampaui zamannya. Lafran Pane tutup Usia pada 24 Januari 1991 dimakamkan di Kompleks Mesjid besar Kauman Yogyakarta.

Kini Lafran Pane telah tiada, tapi perjuangannya senatiasa ada dan hidup dalam jiwa serta sanubari kader HMI. Lafran telah menginspirasi Ratusan ribu kader Aktif HMI dan Jutaan Alumni HMI, yang telah mengisi hampir semua Posisi Strategis di Republik ini sebagai wujud Kecintaan kepada Umat dan Bangsa Indonesia. Ucapan Terima Kasih yang tidak terhingga kepada Seluruh Masyarakat Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia yang telah memberikan dukungan kepada Lafran Pane atas Gelar Pahlawan Nasional. Semoga Lafran Pane, hidup bahagia disisi Allah SWT Serta mendapatkan Ridho dari-NYA. Amin Ya Rabbal Alamin.

By : Harianto Minda, SH.

Penulis adalah Ketua PSDA PB-HMI Periode 2016-2018