DPR Dukung Pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali, tapi…

by -273 views

RILIS.ID, Jakarta— Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Grup Bank Dunia di Bali pada 2018. Sebelumnya pemerintah sempat ketar-ketir dengan status awas Gunung Agung.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bertemu secara khusus dengan Ketua DPR Setya Novanto di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (19/10/2017).

Sri Mulyani meyakinkan Pimpinan Lembaga Legislatif mengenai pentingnya acara IMF-Bank Dunia. Pihaknya bersyukur dalam pertemuan dengan Badan Anggaran (Banggar) maupun para Pimpinan DPR mendukung acara tersebut. “Jadi dari penganggaran kami akan menggunakan APBN 2018 dan akan diawasi oleh DPR,” kata Sri Mulyani.

Pada kesempatan itu, Sri Mulyani menjelaskan mengapa acara tersebut penting bagi Indonesia. Terutama menyangkut isu yang akan dibahas baik pembangunan infrastruktur maupun kepentingan Indonesia dalam menjelaskan program-program pemerintah.

“Pak Luhut sampaikan aspek-aspek dari sisi anggaran tersebut dan apa harapan yang bisa dimanfaatkan dari penyelenggaran tersebut termasuk penggunaan hotel di Bali selama 7 hari oleh 15 ribu dan pengeluaran yang mereka lakukan, dan belanja peserta IMF-Bank Dunia,” ungkapnya.

Kemudian, dalam pertemuan tersebut pemerintah akan memperbaiki berbagai macam infrastruktur yang tidak hanya untuk acara ini. Tapi secara tidak langsung infrastruktur ini terbagun yang nantinya akan dipakai oleh masyarakat Indonesia sendiri.

Dalam kesempatan itu, Luhut memaparkan dari dana yang dibutuhkan sebesar Rp817 miliar, sekira Rp300 miliar akan digunakan untuk membeli fasilitas komputer serta kursi dalam menunjang perhelatan besar itu. Usai acara, berbagai fasilitas tersebut akan disalurkan kepada sekolah di wilayah Indonesia yang memerlukan.

Setya Novanto memahami maksud pemerintah menggelar IMF dan Bank Dunia. “Kami mendukung namun kami tetap akan melakukan pengawasan pelaksaan acara itu,” ungkap Novanto.

Sebelumnya, Luhut sempat mengkhawatirkan keberlangsungan pertemuan ribuan elite dunia di Bali menyusul status awas Gunung Agung. Tapi belakangan ini, Gunung Agung tidak menampakkan tanda-tanda akan meletus.